Dalam sebuah artikel yang dimuat di The Edge - Singapura, Managing Director untuk Asia Pasifik, EdgeConneX, Kelvin Fong membahas perlunya kemitraan yang kuat antara penyedia layanan cloud terbesar dengan operator dan pembangun pusat data untuk penyebaran infrastruktur yang lebih cepat guna memenuhi kebutuhan kapasitas yang terus meningkat.

Kawasan Asia Pasifik menyaksikan peningkatan permintaan yang signifikan untuk layanan cloud hyperscale, dengan proyeksi pendapatan yang diperkirakan mencapai lebih dari $221 miliar pada tahun 2027. Untuk memenuhi permintaan ini, perusahaan-perusahaan raksasa hyperscale ingin membangun pusat data mereka sendiri yang memungkinkan penggunaan platform mereka dengan latensi rendah. Namun, menerapkan pusat data ini dengan cepat dan efisien dapat menjadi tantangan tersendiri. Untuk mengatasi tantangan ini, penyedia pusat data pihak ketiga menawarkan keahlian dan kemampuan perencanaan mereka untuk mengatasi kekhawatiran para hyperscalers. Kemitraan dengan penyedia pusat data menawarkan kemudahan masuk, efektivitas biaya, dan peluncuran yang lebih lancar untuk hyperscalers.
Industri pusat data berfungsi sebagai tulang punggung infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan meningkatkan ekonomi digital. Dengan bermitra dengan penyedia data center, hyperscalers dapat mencapai time-to-market yang lebih cepat, memperluas jangkauan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Asia Pasifik.